1:13 AM

Mereka punya playstation??

Suatu siang yang terik, aku sedang berusaha membuka jendela angkutan umum yang sedang kunaiki...Hari itu memang sangat panas dan tidak adanya semilir angin membuat aku merasa gerah...Ah, jendelanya tak bisa terbuka, akhirnya aku pun bergeser lebih dekat ke pintu keluar...

Tak berapa lama kemudian, angkutan umum yang kunaiki berhenti. Seorang wanita memasuki angkutan umum, kemudian duduk di seberangku sembari tersenyum ramah. "Hari ini panas sekali ya," ujarnya. Aku hanya merespon ucapannya dengan tersenyum..

Angkutan umum kembali berhenti. Kali ini angkutan umum berhenti di persimpangan karena lampu merah sedang menyala. Seorang anak kecil pun berlari-lari kecil mendekat sambil membawa sebuah gitar yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Anak kecil itu menyanyikan sebuah lagu yang saat ini sedang populer sebagai soundtrack sebuah sinetron. Walaupun keringat terus mengalir dari dahinya, tapi ia tak berhenti menyanyi.

Kulihat wanita di seberangku menyiapkan uang receh untuk diberikan kepada anak kecil itu. Ketika lampu kuning menyala, anak kecil itu menengadahkan tangannya, meminta sumbangan seikhlasnya kepadaku. Aku hanya memperlihatkan telapak tanganku padanya, sementara wanita di seberangku memberikan uang 500 rupiah. Anak kecil itu kembali berlari kecil menuju ibunya dan menyerahkan uang yang baru saja didapat.

Angkutan umum pun kembali melaju. Keheningan dihentikan oleh satu-satunya penumpang selain aku.

"Kasihan ya..Panas-panas begini masih harus kerja, cari duit..Harusnya kan sekarang ini mereka lagi di sekolah, belajar..."

Aku tersenyum.

"Saya kost di dekat rumah mereka. Tapi, percaya ga percaya, sebenarnya kehidupan mereka cukup layak lho mba.. Di rumah, mereka memiliki televisi dan DVD Player. Bahkan Playstation pun mereka punya. Kalau tidak salah, ayahnya bekerja sebagai tukang kebun di beberapa rumah di dago asri dengan penghasilan yang lumayan per bulannya. Dan wanita yang sedang duduk di sana itu adalah ibunya, Mba. Anak kecil yang itu adalah adiknya. Hampir setiap hari mereka bertiga ke sini, kedua anaknya mengamen dan ibunya duduk di situ, menunggu uang hasil ngamen dari anaknya."

"Oh iya?? Masa' sih?? Mereka punya playstation?? Kalau memang begitu, kenapa mereka masih mengamen?"

"Saya sendiri juga masih tidak bisa mengerti. Mengapa ibunya membiarkan anaknya mengamen panas-panas kaya' gini. Mengapa anak-anak itu tidak sekolah. Kasian sebenarnya mereka. Ingin saya mengunjungi rumahnya untuk berbicara dengan kedua orang tuanya. Namun, siapa saya berhak mencampuri urusan mereka?? mungkin ada beberapa alasan lain yang menyebabkan mereka memilih jalan hidup seperti ini"

Kami pun terdiam. Kuperhatikan wajahnya tak dapat menyembunyikan isi pikirannya, mengekspresikan keheranan atas pemaparanku barusan.

Tak terasa, aku sudah sampai di tujuan. Aku pun pamit dengan lawan bicaraku di angkutan umum, kemudian turun dan membayar ongkos. Aku berjalan menuju tempat kost ku selama di Bandung. Di depan pagar aku terhenti sejenak, memandangi rumah yang terletak hanya beberapa meter dariku. Masih berusaha untuk mengerti...

10 comment(s):

Brahmasta said...

Sedih juga ya baca ini.
Orangtuanya mungkin belum tahu pentingnya pendidikan. Bahkan dengan segala media yang mereka punya, mereka tetap tidak sadar.
Mengenai mengamen/mengemis, memang saya dengar sih banyak yang menjadikannya menjadi penopang hidup, meski sebenarnya mereka masih mampu mengerjakan yang lain. Penghasilannya cukup besar ternyata.

Anonymous said...

humm harus di krosscek sih (bukan judul acara infotainment ya :P), soalnya hal seperti itu cukup kasuistis... nggak semua pengamen/pengemis anak-anak bernasib seperti itu.
tapi memang menyedihkan sih kasus yang vinta bahas, sayangnya saya sendiri baru bisa berkata "ya menyedihkan"
apa ya vin yang bsia kita lakukan saat ini juga? atau minimal dalam waktu dekat?

vinta said...

@ Brahmasta:
iyah..penghasilan yang mereka terima memang cukup besar dengan cara instan..

@ anis :
ga bermaksud menggeneralisasi ko...hanya meng-capture sebuah percakapan yang terjadi di angkot..mungkin yang ini hanya kasus khusus...

BTW, "aku" di cerita ini bukan aku lho

Anonymous said...

Waktu SMA, gw pernah mewawancara anak" jalanan (di Jakarta) buat tugas. Jadi, ada anak" yang ngamen karena ini mata pencaharian keluarganya. Kata ibunya, sebelumnya keluarganya jualan buah-buahan. Tapi, karena jumlah penghasilan dari ngamen sama & lebih gampang, mereka lebih milih ngamen. Anak-anak jenis ini biasanya sih sekolah, toh biayanya ada.

Tapi ada juga anak" yang memang ga mampu, jadi mereka ngamen & ga sekolah. Ini yang perlu dibantu, tapi bukan dengan cara ngasih mereka duit. Bisa dengan ngasih beasiswa (program kakak asuh), atau cukup ngasih mereka susu/biskuit (bukan duit!) pas ngamen, buat perbaikan gizi, hehehe :D

Anonymous said...

sebenernya masalahnya bukan karena penghasilan yang mereka dapat dari ngamen itu besar atau mudah / gampang, tapi ini cuma masalah mentalitas, mentalitas kebanyakan orang indonesia yang telah terpupuk dari kecil untuk selalu meminta-minta dan mau gampang aja. Liat aja di jalan dimana anak2 kecil udah didoktrin oleh orang tuanya supaya minta2.. makanya gua gak pernah ngasih yang di jalan2, selain ganggu, secara gak langsung kita ngedidik yang gak baik, duh panjang bet dah komen gua

Anonymous said...

cenderung setuju ma aulia. mungkin kesannya peraturan-peraturan yg melarang memberi pada pengamen/pengemis itu ngga berperasaan, tapi itu bisa mengatasi terjadinya hal-hal seperti yang ka vinta ceritain.. anak-anak yang terus disuruh ortunya meminta-minta padahal mungkin mereka masih mampu bersekolah.

Anonymous said...

yng mahasiswa mocel begini ada nggak ya mbak...
salam kenal...

Anonymous said...

Gw juga pernah vin,, waktu kelas 3 smp, jamannya ke sekolah masih naek bus di jogja. Ada orang ngamen sendirian, selesai ngamen pas turun dari bus dia ngluarin HP. (Buset, wktu tu gw aja kgk punya HP..)
Padahal tampangnya tampang2 pengemis gitu. Ntah y klo cma hasil nadah dari brg colongan, tapikan nadah perlu duit juga.

Anonymous said...

daku pernah denger salah satu dosen kt ngomong

katanya: di jalan lebih enak, minta-minta dalam sehari bisa dapet duit sampe 50rb...

yang sekolah, udah lah capek, pusing, gak dapet duit juga

setuju sama perarturan baru itu daku

Anonymous said...

Wah parah juga yah. Punya PS pula. Hmmm tapinya yah, gw agak-agak benci banget sama ibu-ibu yang di pinggir jalan yang cuma duduk-duduk doank sementara anaknya panas-panas disuruh kerja nyanyi sana-sini. Yah mudah-mudahan makin dikit deh yang kayak gitu.