4:53 AM

Manusia : asset atau resource?

Dulu nih, pas saya masih TPB atau tingkat dua, saya sering menghadiri hearing atau forum-forum di ITB. Dari mulai hearing calon ketua himpunan, calon ketua kaderisasi, sampe forum silaturahmi yang biasa diadakan sebulan sekali (cmiiw). Sebenernya saya dateng ke kegiatan-kegiatan ky gini tuh cuma pengen ngeliat aja cara orang berpidato, menganalisa kepribadian orang-orang, bukan karena topik atau tema kegiatan tersebut. Seru aja ngeliat gimana orang-orang saling adu argumen.

Ketika saya menghadiri hearing calon ketua himpunan atau calon ketua kaderisasi, saya sepertinya sering mendengar orang bertanya dengan pertanyaan "Menurut Anda, anggota organisasi/panitia itu merupakan asset atau resource??". Saya jadi bingung ketika mendengar pertanyaan itu. Bagi saya, asset atau resource, keduanya sama saja. Manusia itu selain sebagai sumber daya juga merupakan asset bagi organisasi atau perusahaan. Walaupun yang ditanya sudah menjawab pertanyaan tersebut dan mengemukakan alasan-alasan dan teori-teori, saya masih juga belum bisa membedakan kedua kata tersebut.

Saya pun mencari di kamus arti dari kedua kata tersebut. Tapi, karena saya tidak punya kamus bahasa Indonesia, jadilah saya menggunakan kamus bahasa Inggris (duh, ga nasionalis banget sih).

Asset :
- somebody or something useful, somebody or something that is useful and contributes to the success of something
- valuable thing, a property to which a value can be assigned

Microsoft® Encarta® 2008. © 1993-2007 Microsoft Corporation. All rights reserved.


Resource
- a reserve supply of something such as money, personnel, or equipment
- any or all of the sources drawn on by a company for making profit, e.g. personnel, capital, machinery, or stock

Microsoft® Encarta® 2008. © 1993-2007 Microsoft Corporation. All rights reserved.


Setelah saya membaca arti kedua kata tersebut, masih saja membingungkan. Bagi saya, makna dari kedua kata tersebut tetap sama.


Baru-baru ini saya membeli sebuah buku yang berjudul Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar yang ditulis oleh Jann Hidajat Tjakraatmadja dan Donald Crestofel Lantu. Setelah saya membaca buku ini (walaupun belum selesai), saya mengerti apa perbedaan antara manusia sebagai sumber daya dan manusia sebagai asset. Saya juga mengerti mengapa peserta hearing menanyakan hal tersebut kepada calon ketua. Karena, sebenarnya cara pandang ini akan mempengaruhi organisasi tersebut.

Menurut buku ini, sekarang ini dunia sedang meninggalkan era mesin industri menuju era pengetahuan. Saat ini, produktivitas kerja tidak hanya ditentukan oleh tingkat ketrampilan pekerja dalam mengatur mesin-mesin agar bekerja secara efektif dan efisien, tetapi juga ketrampilan dalam mengelola pengetahuan dalam organisasi tersebut.

Pada era mesin industri, manusia cenderung berlaku sebagai resource suatu perusahaan/organisasi, karena pada zaman ini manusia dibutuhkan dan dipekerjakan karena memiliki kompetensi intelektual-nya (pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan pengalaman). Perusahaan/organisasi tidak berusaha untuk mengembangkan kompetensi anggota/karyawannya. Hubungan antara perusahaan dengan karyawan hanya sebatas kerja dan gaji.

Pada era pengetahuan, informasi/pengetahuan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Konsekuensinya, informasi/pengetahuan akan kadaluwarsa dengan cepat. Padahal diperlukan informasi yang cukup dalam pengambilan suatu keputusan. Maka dari itu, informasi/pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi perlu dikelola. Dan mulai pada era ini, pengetahuan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan, termasuk pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu dalam perusahaan. Manusia tidak dapat lagi hanya diperlakukan sebagai sumber daya, tapi juga sebagai pengendali, penguasa, dan pemimpin yang turut menentukan arah gerak perusahaan/organisasi tersebut. Kompetensi yang dimiliki oleh manusia dapat dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan, lingkungan kerja, dan mind set yang mendukung.

Yang dimaksud dengan manusia sebagai asset adalah sebagai pelaku utama dalam organisasi/perusahaan, nilai (value) dari manusia tersebut dapat berubah sesuai dengan manajemen yang dilakukan dalam perusahaan/organisasi itu. Agar nilai (value) dari anggota/karyawan suatu organisasi/perusahaan dapat mencapai nilai yang maksimal, maka organisasi/perusahaan haruslah memiliki sistem yang mampu mendorong terciptanya pengetahuan-pengetahuan eksplisit* dan tasit** bagi seluruh anggotanya. Pengetahuan-pengetahuan inilah yang akan menunjang kemampuan organisasi/perusahaan untuk mewujudkan visi dan misi.

Sekarang, saya jadi tau saya harus jawab apa kalo nanti pas hearing ada yang nanya pertanyaan ky gitu...
:p


*)Pengetahuan eksplisit : pengetahuan manusia yang berada diluar kepala. Bentuk explicit knowledge, antara lain dokumen, buku, jurnal dan lain-lain. Sifat dari explicit knowledge adalah tercetak dalam kode-kode, deklaratif, formal dan hard (keras).
**)Pengetahuan tasit : pengetahuan yang ada dalam kepala manusia. Tacit knowledge bersifat personal, prosedural, kacau, soft (lunak), tersimpan di otak, bersifat informal dan biasanya tentang kecakapan atau ketrampilan.

8 comment(s):

[PaW] said...

Wow.. Nice explanation..

Gw jadi tambah ngerti bedanya manusia sebagai asset dan resource. Hoho..

Brahmasta said...

Wow, tulisan yang bagus vin.

Manusia memang beda dengan barang. Jadi harus dipandang berbeda pula.

Jadi inget, satu lagi peninggalan dunia industri terhadap manusia yang menurut saya juga harus ditinggalkan adalah budaya carrot and stick. Kalo berhasil dikasih hadiah, salah dikasih hukuman. Itu juga pola pikir lama yang tidak memanusiakan. Seperti melatih binatang.

Tapi pola pikir lama ini masih banyak loh hinggap di orang-orang.. Hehe..

pebbie said...

hmm.. tanpa memandang aspek filosofis (materialisasi manusia), nggak juga bisa milih salah satu sih..

secara dari sudut pandang perusahaan(employer), sang karyawan itu adalah asset (supaya dipelihara dengan baik agar value-nya tidak menurun) dan resource (supaya waktunya tidak dibebani dengan pekerjaan-pekerjaan yang tedious dan klerikal ).

hehe.. :P

restya said...

jadi inget waktu panitia STFK disidang... "mnuruk kalian anggota divisi adalah asset atau resource?"

meliza said...

haha..
tadinya pas baca kayaknya pernah ngedengar pertanyaan yang sama tentang manusia tuh asset atau resource..
hehe.. baru inget dari comment nya tia..
lain kali dah ngerti deh kalo ada yang nanya in lagi..

fitrasani said...

Benar kata Peb dari sudut pandang perusahaan, pekerja itu bisa dua2nya...
Namun, Pertanyaan bgmn pemimpin memandang anggota itu aset dan sumberdaya yaitu untuk menilai kepemimpinan seseorang apakah transformasional atau transaksional...

Jadi, sebenarnya ini pertanyaan menjebak utk siapapun calon pemimpin :D...

vinta said...

@ pebbie dan fitra:

ga bermaksud untuk membandingkan ko..mana yg lebih baik dari keduanya..hanya ingin berbagi pengetahuan ttg sudut pandang manusia sebagai resource dan sudut pandang manusia sebagai asset...

klo dr realitanya, manusia memang bisa sebagai dua2nya...

Anonymous said...

runescape money runescape gold tibia item tibia gold runescape accounts tibia money runescape gp buy runescape gold tibia gold tibia item buy runescape money runescape items tibia money