10:01 PM

Walking After You - Foo Fighters

Tonight Im tangled in my blanket of clouds
Dreaming aloud
Things just wont do without you, matter of fact
Im on your back, Im on your back, Im on your back

If you walk out on me, Im walking after you
If you walk out on me, Im walking after you

If youd accept surrender, Ill give up some more
Werent you adored
I cannot be without you, matter of fact
Im on your back, Im on your back, Im on your back

If you walk out on me, Im walking after you
If you walk out on me, Im walking after you

Another heart is cracked in two, Im on your back

I cannot be without you, matter of fact
Im on your back, Im on your back, Im on your back

If you walk out on me, Im walking after you
If you walk out on me, Im walking after you
If you walk out on me, Im walking after you

Another heart is cracked in two, Im on your back

2:42 AM

Deception Point

Gw (akhirnya setelah sekian lama gw pake kata ganti "gw") baru saja menamatkan sebuah novel seru berjudul Deception Point karyanya Dan Brown.

Buku ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Rachel Sexton yang bekerja untuk National Reconnaissance Office (NRO). NRO ini adalah suatu lembaga di Amerika Serikat yang bertugas untuk memastikan superioritas informasi AS di tingkat global. Ayah dari Rachel Sexton, Sedgewick Sexton, adalah seorang senator yang menjadi rival terkuat Presiden AS, Zach Herney.

Pada suatu pagi, Direktur dari NRO, William Pickering, memanggil Rachel Sexton untuk segera menemuinya. William memberitahukan Rachel bahwa Presiden Zach ingin sekali bertemu dengan Rachel. Rachel pun dijemput dengan sebuah PaveHawk untuk menuju pesawat pribadi Air Force One VC-25A milik presiden. Presiden Zach bermaksud untuk mengirim Rachel Sexton ke Milne Ice Shelf di Kutub Utara, dimana National Aeronautics and Space Administration (NASA) telah menemukan suatu penemuan ilmiah yang mengejutkan. Kemudian berangkatlah Rachel ke Milne Ice Shelf dengan F-14 Tomcat Split-Tail yang telah dipersiapkan oleh Presiden sebelumnya.

Sesampainya di Milne Ice Shelf, Rachel bertemu dengan Administrator NASA, Lawrence Ekstrom. Lawrence menjelaskan bahwa satelit terbaru Earth Observation System yang bernama Polar Orbiting Density Scanner berhasil menemukan sebuah penemuan yang akan mengubah persepsi masyarakat tentang NASA yang selama masa pemilu ini telah dipojokkan oleh Senator Sedgewick Sexton.

Whew...Nih novel keren abis. Tepatnya sih Dan Brown nya yang keren abis. Nulis reviewnya aja sulit..gw harus bolak-balik bukunya supaya nama lembaga dan istilah yang gw tulis di sini ga salah. Dan gw harus bolak-balik ngetik istilah2 sulit di google untuk referensi. Dan smua istilah2 itu ternyata beneran ada donk di kehidupan nyata. Gimana Dan Brown yang nulis bukunya ya?? Pasti penelitiannya gila2an...

Selain nama lembaga dan istilah-istilahnya beneran ada di kehidupan nyata, ternyata William Pickering tuh beneran ada di kehidupan nyata lho...Nama aslinya William Hayward Pickering. Bahkan sampai nama panggilannya, yaitu Bill Pickering. Pas banget. Cuman bedanya, kalo di buku William Pickering bekerja untuk NRO, kalo aslinya untuk NASA.

Mulai dari Malaikat dan Iblis, Da Vinci Code, Digital Fortress, dan Deception Point, keempat buku tersebut menggabungkan sisi ilmu pengetahuan, teknologi, sejarah, seni, dan bahkan religi yang dikemas dalam suatu rangkaian cerita yang menegangkan...Wuih, pokonya klo lagi baca novelnya Dan Brown, lo ga akan brenti untuk menebak2 alur ceritanya dan pelakunya.. Pokonya gw ga mrasa rugi deh udh beli keempat buku itu...



(maaf kalo rada aneh, maklum review pertama)

4:53 AM

Manusia : asset atau resource?

Dulu nih, pas saya masih TPB atau tingkat dua, saya sering menghadiri hearing atau forum-forum di ITB. Dari mulai hearing calon ketua himpunan, calon ketua kaderisasi, sampe forum silaturahmi yang biasa diadakan sebulan sekali (cmiiw). Sebenernya saya dateng ke kegiatan-kegiatan ky gini tuh cuma pengen ngeliat aja cara orang berpidato, menganalisa kepribadian orang-orang, bukan karena topik atau tema kegiatan tersebut. Seru aja ngeliat gimana orang-orang saling adu argumen.

Ketika saya menghadiri hearing calon ketua himpunan atau calon ketua kaderisasi, saya sepertinya sering mendengar orang bertanya dengan pertanyaan "Menurut Anda, anggota organisasi/panitia itu merupakan asset atau resource??". Saya jadi bingung ketika mendengar pertanyaan itu. Bagi saya, asset atau resource, keduanya sama saja. Manusia itu selain sebagai sumber daya juga merupakan asset bagi organisasi atau perusahaan. Walaupun yang ditanya sudah menjawab pertanyaan tersebut dan mengemukakan alasan-alasan dan teori-teori, saya masih juga belum bisa membedakan kedua kata tersebut.

Saya pun mencari di kamus arti dari kedua kata tersebut. Tapi, karena saya tidak punya kamus bahasa Indonesia, jadilah saya menggunakan kamus bahasa Inggris (duh, ga nasionalis banget sih).

Asset :
- somebody or something useful, somebody or something that is useful and contributes to the success of something
- valuable thing, a property to which a value can be assigned

Microsoft® Encarta® 2008. © 1993-2007 Microsoft Corporation. All rights reserved.


Resource
- a reserve supply of something such as money, personnel, or equipment
- any or all of the sources drawn on by a company for making profit, e.g. personnel, capital, machinery, or stock

Microsoft® Encarta® 2008. © 1993-2007 Microsoft Corporation. All rights reserved.


Setelah saya membaca arti kedua kata tersebut, masih saja membingungkan. Bagi saya, makna dari kedua kata tersebut tetap sama.


Baru-baru ini saya membeli sebuah buku yang berjudul Knowledge Management dalam Konteks Organisasi Pembelajar yang ditulis oleh Jann Hidajat Tjakraatmadja dan Donald Crestofel Lantu. Setelah saya membaca buku ini (walaupun belum selesai), saya mengerti apa perbedaan antara manusia sebagai sumber daya dan manusia sebagai asset. Saya juga mengerti mengapa peserta hearing menanyakan hal tersebut kepada calon ketua. Karena, sebenarnya cara pandang ini akan mempengaruhi organisasi tersebut.

Menurut buku ini, sekarang ini dunia sedang meninggalkan era mesin industri menuju era pengetahuan. Saat ini, produktivitas kerja tidak hanya ditentukan oleh tingkat ketrampilan pekerja dalam mengatur mesin-mesin agar bekerja secara efektif dan efisien, tetapi juga ketrampilan dalam mengelola pengetahuan dalam organisasi tersebut.

Pada era mesin industri, manusia cenderung berlaku sebagai resource suatu perusahaan/organisasi, karena pada zaman ini manusia dibutuhkan dan dipekerjakan karena memiliki kompetensi intelektual-nya (pengetahuan, keterampilan, kemampuan, dan pengalaman). Perusahaan/organisasi tidak berusaha untuk mengembangkan kompetensi anggota/karyawannya. Hubungan antara perusahaan dengan karyawan hanya sebatas kerja dan gaji.

Pada era pengetahuan, informasi/pengetahuan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Konsekuensinya, informasi/pengetahuan akan kadaluwarsa dengan cepat. Padahal diperlukan informasi yang cukup dalam pengambilan suatu keputusan. Maka dari itu, informasi/pengetahuan yang dimiliki oleh suatu organisasi perlu dikelola. Dan mulai pada era ini, pengetahuan menjadi asset yang sangat berharga bagi perusahaan, termasuk pengetahuan yang dimiliki oleh tiap individu dalam perusahaan. Manusia tidak dapat lagi hanya diperlakukan sebagai sumber daya, tapi juga sebagai pengendali, penguasa, dan pemimpin yang turut menentukan arah gerak perusahaan/organisasi tersebut. Kompetensi yang dimiliki oleh manusia dapat dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan, lingkungan kerja, dan mind set yang mendukung.

Yang dimaksud dengan manusia sebagai asset adalah sebagai pelaku utama dalam organisasi/perusahaan, nilai (value) dari manusia tersebut dapat berubah sesuai dengan manajemen yang dilakukan dalam perusahaan/organisasi itu. Agar nilai (value) dari anggota/karyawan suatu organisasi/perusahaan dapat mencapai nilai yang maksimal, maka organisasi/perusahaan haruslah memiliki sistem yang mampu mendorong terciptanya pengetahuan-pengetahuan eksplisit* dan tasit** bagi seluruh anggotanya. Pengetahuan-pengetahuan inilah yang akan menunjang kemampuan organisasi/perusahaan untuk mewujudkan visi dan misi.

Sekarang, saya jadi tau saya harus jawab apa kalo nanti pas hearing ada yang nanya pertanyaan ky gitu...
:p


*)Pengetahuan eksplisit : pengetahuan manusia yang berada diluar kepala. Bentuk explicit knowledge, antara lain dokumen, buku, jurnal dan lain-lain. Sifat dari explicit knowledge adalah tercetak dalam kode-kode, deklaratif, formal dan hard (keras).
**)Pengetahuan tasit : pengetahuan yang ada dalam kepala manusia. Tacit knowledge bersifat personal, prosedural, kacau, soft (lunak), tersimpan di otak, bersifat informal dan biasanya tentang kecakapan atau ketrampilan.

4:09 AM

Draft GDK ver 1.0

Oke, sebelum para pembaca salah kaprah, lebih baik saya luruskan dulu definisi dari judul postingan ini. GDK yang saya maksud di sini adalah Grand Design Kehidupan, bukan Grand Design Kaderisasi...hehe...

Jujur saja, saya memang terinspirasi dari grand design kaderisasi yang sedang dirancang di HMIF. HMIF saja punya grand design kaderisasi, masa' saya ga punya grand design untuk kehidupan saya sendiri?? Saya sadar bahwa hidup itu cuma sekali, singkat, dan mortal. Selain itu, masih ada 'kehidupan' yang harus diperjuangkan pada kehidupan yang sekarang. Maka dari itu, saya harus menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya, agar kata 'sesal' tidak terucap.

Selayaknya manusia biasa, tentu saya mempunyai target/capaian/impian/cita-cita/harapan yang ingin saya wujudkan. Karena waktu yang saya punya di dunia ini terbatas, maka saya harus mengalokasikan waktu yang saya punya dengan sebaik-baiknya.

Saya pengen menjalani kehidupan kuliah dengan baik dan benar. Bukan kuliah karena pengen dapet nilai A, tapi pengen dapet yang terbaik karena saya mengikuti kuliah dengan baik. Bukan pengen dapet nilai bagus, tapi pengen dapet ilmu. Bukan hanya belajar di kelas, namun belajar dalam arti luas. Pengen belajar manajemen waktu, manajemen organisasi, manajemen finansial, psikologi individu, dan juga psikologi massa.

Saya pengen lulus S1 di ITB ini tepat waktu. Bener-bener tepat waktu, yaitu Juli 2009, dengan IPK > 3.00. Aahahaha...Iya, iya, saya tahu kalo IPK itu ga menentukan kesuksesan dalam menjalani hidup. Tapi, untuk impian saya selanjutnya, sepertinya saya memang membutuhkan IPK yg tinggi...(duh, cuma punya 3 semester lg nih..). Soalnya nih, saya pengen apply beasiswa S2...hihi...Pokonya sblm nikah, saya pengen S2 dulu..

Trus, abis itu saya akan kerja...Kemungkinan sih di bidang IT dan pendidikan, karena memang kemampuan dan minat saya di situ. Selama saya masih belum punya anak, pengennya sih kerja. Tapi, kalo nanti saya udh punya anak, saya maunya di rumah aja...

Trus, kalo anak saya udh pada gede, udh mandiri, saya mau kembali kerja...tapi, di bidang sosial...saya pengen punya LSM sndiri, ato sekolah gratis, ato rumah blajar, ato semacamnya..hehe..Mudah-mudahan sih, saya dapet suami yang supportif untuk impian saya ini..

Nah, kalo yang ini adalah hal-hal yang harus selalu saya tingkatkan selama sisa waktu saya, baik secara kualitas maupun kuantitas.
- selalu berusaha untuk mengerjakan ibadah tepat waktu
- tak hanya mengaji, tapi juga mengkaji Al-Quran
- membaca buku, minimal 1/ bulan
- meningkatkan kemampuan belajar dan mengerti


Itulah draft GDK versi saya...Tentu saja GDK ini masih Draft (dan akan selalu menjadi draft), karena dunia ini dinamis. Akan selalu ada perubahan di setiap detiknya, baik perubahan internal (perubahan yang terjadi pada diri) maupun eksternal (perubahan yang terjadi pada lingkungan) yang akan mempengaruhi GDK ini. Saya menulis GDK ini tidak bermaksud untuk mendahului takdir atau apa, tapi hanya ingin mendokumentasikan impian-impian saya. agar ketika nanti saya kehilangan semangat, saya dapat membaca Draft GDK ini untuk membangkitkan semangat dan memotivasi saya lagi. Kan malu kalo udh dipublikasikan, namun tidak direalisasikan...hehe...Orang bilang, sulit untuk mengatakan apa yang telah dilakukan, namun lebih sulit lagi untuk melakukan apa yang telah dikatakan...ya kan??

Tapi membuat draft GDK aja belum cukup, tidak berhenti sampai di situ. Smua bakal sia-sia kalo ga diimbangi dengan usaha dan kerja keras...tak lupa diimbangi dengan doa..karena, sekeras apa pun berusaha, semuanya ada di tangan Tuhan..seperti kata pepatah, manusia boleh berusaha, tapi Tuhan yang menentukan..Semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik...


(btw, butuh lebih dari 5 jam dan 5 kali edit lho untuk nulis postingan ini..hihi..)

2:18 AM

We might as well be strangers - Keane



I don't know your face no more
Or feel your touch that I adore
I don't know your face no more
It's just a place I'm looking for
We might as well be strangers in another town
We might as well be living in a different world
We might as well
We might as well
We might as well

I don't know your thoughts these days
We're strangers in an empty space
I don't understand your heart
It's easier to be apart
We might as well be strangers in another town
We might as well be living in a another time
We might as well
We might as well
We might as well be strangers
Be strangers
For all I know of you now
For all I know of you now
For all I know of you now
For all I know