Ceritanya, tugas akhir saya adalah tentang bagaimana cara mengukur tingkat kesiapan (readiness) suatu perusahaan untuk mengimplementasi knowledge management system (KMS). Di tengah-tengah pengerjaan tugas tersebut, saya tiba-tiba merasa lapar dan ingin makan panekuk. Tapi untuk membuat panekuk saya membutuhkan bahan-bahan antara lain telur, terigu, susu, dan garam. Anggap saja komposisi yang idealnya kira-kira sebagai berikut
- 3 butir telur
- 500 gr terigu
- 1 liter susu
- 1/2 sdt garam
Jika saya tidak punya salah satu bahan/alat tersebut atau jumlah dari bahan tersebut masih kurang, maka saya harus memenuhinya terlebih dahulu. Ketika seluruh bahan dan alat sudah lengkap dengan jumlah yang sesuai, maka saya sudah siap untuk memasak panekuk. ^_^
Pertanyaan selanjutnya, sukseskah saya memasak panekuk? Belum tentu. Ketika saya sudah siap memasak, belum tentu saya akan sukses memasak panekuk. Bisa saja saya menyalakan api kompor terlalu besar, atau keasikan ngegosip hingga gosong, atau bahkan tidak tahu cara menyalakan kompor. :p
Sama halnya dengan implementasi KMS pada suatu organisasi. Untuk menentukan apakah suatu perusahaan telah ready untuk mengimplementasi KMS, perusahaan tersebut harus memiliki 'bahan' dan 'alat' dengan 'jumlah' yang cukup. 'alat' dan 'bahan' ini biasa disebut dengan knowledge management critical success factors. Apakah perusahaan yang ready untuk mengimplementasi KMS akan dengan mudah menerapkan KMS? Belum tentu. Diperlukan komitmen dari seluruh pegawai dan juga motivasi dari top management serta strategi implementasi yang cerdik hingga akhirnya KMS dapat dimanfaatkan perusahaan untuk menghasilkan suatu nilai.
Sekian postingan kali ini. Selamat memasak! Selamat mengerjakan TA!

